Semarang (CMJ.COM) - Mata pelajaran Bahasa Jawa pada kurikulum 2013 wajib diterapkan di setiap satuan pendidikan pada semua jenjang sekolah. Adapun kebijakan tersebut sesuai dengan Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah No 424. I3242 bertanggal 23 Juli 2013.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Nur Hadi Amiyanto mengatakan, mapel bahasa Jawa adalah muatan lokal wajib di Jawa Tengah dan untuk di semua jenjang pendidikan. Adapun pelaksanaannya terpisah atau berdiri sendiri dari pelajaran lain.

“Bahasa Jawa masuk struktur kurikulum dengan alokasi waktu dua jam per minggu. Selain itu, daerah juga telah mempersiapkan pengajarnya,” jelasnya, Jumat (2/8).

Menanggapi hal tersebut, pakar pendidikan bahasa Jawa Unnes, Sucipto Hadi Purnomo menyambut, baik kebijakan dari Dinas Pendidikan Jawa Tengah yang tetap menyelenggarakan mapel bahasa Jawa di semua satuan pendidikan. Akan tetapi, penyelenggaraan mapel tersebut harus konsisten.

“Artinya juga harus ada sanksi yang tegas jika ada satuan pendidikan yang tidak melaksanakan kebijakan tersebut,” katanya.

Sementara itu Kepala SMP 2 Semarang, Sutomo menjelaskan, pihaknya mengikuti petunjuk dari dinas pendidikan untuk implementasi  bahasa Jawa di sekolah. Untuk di Kota Semarang sendiri mapel seni budaya yang di dalamnya bahasa Jawa terdapat empat jam per minggu.

“Dalam seni budaya itu sekolah boleh memasukkan bahasa Jawa, dan kami akan menerapkan sesuai kebijakan yang telah dibuat,” tandasnya.