Semarang (CMJ.COM) – Pada bulam Mei mendatang akan ada acara Porseni Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (BPD-SI), acara ini rencananya akan di gelar di Palembang. Dalam rangka menyambut acara tersebut Semarang Bank Jateng (SBJ) berencana akan mengikut sertakan pemain mudanya untuk tampil dan unjuk kebolehan pada acara tersebut.

Ini dimaksudkan oleh SBJ supaya para pemain muda mempunyai kebanggaan karena sudah diberi kesempatan menampikan permainan terbaiknya serta memperkenalkan bakat mereka di luar daerah.

Ketua Harian SBJ Windoyo, yang juga sebagai Sekretaris Perusahaan Bank Jateng, usai laga terakhir Proliga di GOR Jatidiri Semarang, Minggu (7/4) menyampaikan sepanjang babak kualifikasi Proliga 2013, pemain muda memang belum banyak tampil. Meski dari sisi fisik dan teknik sudah memenuhi, tapi secara mental mereka belum begitu matang.

“Pemain muda ini kami persiapkan ke Proliga dua hingga tahun mendatang. Skuad SBJ pada musim Proliga 2013 diisi sebagian wajah-wajah baru. Usia mereka masih muda, rata-rata 2o tahunan. Antara lain, Ragil Satrio, Asep Prayudi, Endang M Syafei, Hendar Setiawan, Dian Eka Prasetyo, Raka Adi, Adimas Aan Setyawan, Achros Fisario Pallevy, dan Tyas Charisma Aji,” paparnya.

selain menampilkan pemain muda, SBJ tetap merekrut pemain senior seperti Erwin Rusni (Palembang Bank Sumsel), Ridhy Williansyah (Jakarta Sananta), Arso Setiawan, Bartian Bayu (Jakarta Elektric PLN), dan Wahyu Prabowo (Berlian Jateng).

“Kami akan selalu belajar dari pengalaman sebelumnya, karena pada ajang olahraga antar-BPD ini, SBJ memasang target mempertahankan juara. Akan tetapi hasil yang diraih SBJ tahun ini di luar dari harapan. Awalnya runner-up Proliga 2012 ini menargetkan masuk babak empat besar. Akan tetapi, serangkaian kekalahan di babak kualifikasi menempatkan SBJ di posisi keenam klasemen akhir,” ujarnya.

Untuk kedepannya pihaknya akan menyiapkan tim lebih matang, terutama dalam memilih pemain asing. Karena pada proliga tahun ini SBJ merekrut tiga pemain asing yakni Leo Jack (Brasil), Spencer Leiske (Kanada), dan Dariel Garcia Cortina (Kuba). SBJ sangat mengharapkan pemain-pemain saing tersebut dapat bermain dengan maksimal, akan tetapi semua keinginan itu belm sesuai dengan kenyataan.

“Spencer Leiske yang semula diandalkan menjadi motor serangan, di tengah perjalanan tidak bisa menyesuaikan diri dan akhirnya dipulangkan. Ini dikarenakan pemain asal Kanada itu sering sakit-sakitan. Bahkan, saat tampil di seri kedua putaran pertama di Palembang, Leiske izin ke kamar mandi sampai empat kali saat timnya sedang bertanding. Memilih pemain asing harus lebih jeli dan di persiapkan lebih dini,” tambahnya.